READ MORE - LAPORAN KEUANGAN
followers
About Me
- Johan Kalvin
UNIVERSITAS GUNADARMA
BLOG TUGAS UNTUK UNIVERSITAS GUNADARMA
Pemrosesan Transaksi Dan Contoh Di UKM
Kamis, 19 November 2015
Pemrosesan Transaksi Dan Contoh Di UKM
Definisi pemrosesan
transaksi
Transaction Processing
System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan
untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin
seperti daftar gaji dan inventarisasi.
Sistem pemrosesan
transaksi sangat penting karena merupakan dasar sistem bisnis yang melayani
level operasional dalam organisasi. Output dari sistem ini akan menjadi input
bagi sistem-sistem yang berada pada level manajemen dan level strategis. Setiap
proses bisnis dimulai dari saksi, sehingga sistem pemrosesan transaksi yang
ditempatkan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi proses bisnis yang
dijalankan.
Diposting oleh Johan Kalvin di 18.46 0 komentar
SISTEM ELEMEN PERUSAHAAN
Rabu, 21 Oktober 2015
PERTAMINA
PT.Pertamina EP adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi.
Saat ini tingkat produksi Pertamina EP adalah sekitar 120 ribu barrel oil per day (BOPD) untuk minyak dan sekitar 1.003 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas.
Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP seluas 140 ribu kilometer persegi merupakan limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa Pertambangan Migas PT PERTAMINA (PERSERO). Pola pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan dengan cara dioperasikan sendiri (own operation) dan kerja sama dalam bentuk kemitraan, yakni Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery (JOB-EOR) sebanyak tiga kontrak dan Technical Assistant Contract (TAC) sebanyak 33 kontrak. Jika dilihat dari rentang geografinya, Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
WK Pertamina EP terbagi ke dalam tiga Region, yakni Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Seluruh operasi JOB EOR dan TAC dikelola dari Pusat sedangkan own operation dikelola di Region masing-masing. Operasi ketiga Region terbagi ke dalam 12 Field Area, yakni Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, Prabumulih dan Pendopo di Sumatera, Subang, Jatibarang dan Cepu di Jawa serta Sangatta, Bunyu dan Papua di KTI.
Di samping itu Pertamina EP memiliki enam Unit Bisnis Pertamina EP (UBPEP) yang terdiri dari UBPEP Lirik, UBPEP Jambi, UBPEP Limau, UBPEP Tanjung, UBPEP Sangasanga dan UBPEP Tarakan.
1. Sub Sistem Input
Perusahaan pertamina perlu melakukan Kegiatan usaha Pertamina Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak , gas , dan panas bumi . Untuk kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas dilakukan di beberapa wilayah Indonesia maupun di luar negeri.
2. Sub Sistem Proses
Eksplorasi ditujukan untuk cadangan migas baru sebagai pengganti hidrokarbon yang telah diproduksikan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga agar kesinambungan produksi migas dapat terus dipertahankan.
3. Sub Sistem Output
Pengusahaan minyak dan gas melalui operasi sendiri dilakukan di 7 (tujuh) Daerah Operasi Hulu (DOH). Ketujuh daerah operasi tersebut adalah DOH Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Sumatra Bagian Utara yang berpusat di Rantau , DOH Sumatra Bagian Tengah berpusat di Jambi , DOH Sumatra Bagian Selatan berpusat di Prabumulih , DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon , DOH Jawa Bagian Timur berpusat di Cepu , DOH Kalimantan berpusat di Balikpapan , dan DOH Papua berpusat di Sorong . Bahan Bakar Minyak :
PRODUK yang dihasilkan :
- BioPertamax , Pertamax
- Pertamax Plus
- BioPremium , Premium ,
- Solar , Bio Solar , Pertamina DEX
- Kerosine
- Non-minyak : Minarex , HVI 90 , HVI 160 , Lube Base , Green Coke , Asphalt , Gas : Elpiji ,
Bahan Bakar Gas (BBG) , Vigas , LPG , CNG , Musicool
4. Tujuan
Tujuan perusahaan ini adalah
Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengolahan perseroan secara efektif dan efisien.
Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dah kemakmuran rakyat.
READ MORE - SISTEM ELEMEN PERUSAHAAN
PT.Pertamina EP adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi.
Saat ini tingkat produksi Pertamina EP adalah sekitar 120 ribu barrel oil per day (BOPD) untuk minyak dan sekitar 1.003 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas.
Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP seluas 140 ribu kilometer persegi merupakan limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa Pertambangan Migas PT PERTAMINA (PERSERO). Pola pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan dengan cara dioperasikan sendiri (own operation) dan kerja sama dalam bentuk kemitraan, yakni Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery (JOB-EOR) sebanyak tiga kontrak dan Technical Assistant Contract (TAC) sebanyak 33 kontrak. Jika dilihat dari rentang geografinya, Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
WK Pertamina EP terbagi ke dalam tiga Region, yakni Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Seluruh operasi JOB EOR dan TAC dikelola dari Pusat sedangkan own operation dikelola di Region masing-masing. Operasi ketiga Region terbagi ke dalam 12 Field Area, yakni Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, Prabumulih dan Pendopo di Sumatera, Subang, Jatibarang dan Cepu di Jawa serta Sangatta, Bunyu dan Papua di KTI.
Di samping itu Pertamina EP memiliki enam Unit Bisnis Pertamina EP (UBPEP) yang terdiri dari UBPEP Lirik, UBPEP Jambi, UBPEP Limau, UBPEP Tanjung, UBPEP Sangasanga dan UBPEP Tarakan.
1. Sub Sistem Input
Perusahaan pertamina perlu melakukan Kegiatan usaha Pertamina Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak , gas , dan panas bumi . Untuk kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas dilakukan di beberapa wilayah Indonesia maupun di luar negeri.
2. Sub Sistem Proses
Eksplorasi ditujukan untuk cadangan migas baru sebagai pengganti hidrokarbon yang telah diproduksikan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga agar kesinambungan produksi migas dapat terus dipertahankan.
3. Sub Sistem Output
Pengusahaan minyak dan gas melalui operasi sendiri dilakukan di 7 (tujuh) Daerah Operasi Hulu (DOH). Ketujuh daerah operasi tersebut adalah DOH Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Sumatra Bagian Utara yang berpusat di Rantau , DOH Sumatra Bagian Tengah berpusat di Jambi , DOH Sumatra Bagian Selatan berpusat di Prabumulih , DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon , DOH Jawa Bagian Timur berpusat di Cepu , DOH Kalimantan berpusat di Balikpapan , dan DOH Papua berpusat di Sorong . Bahan Bakar Minyak :
PRODUK yang dihasilkan :
- BioPertamax , Pertamax
- Pertamax Plus
- BioPremium , Premium ,
- Solar , Bio Solar , Pertamina DEX
- Kerosine
- Non-minyak : Minarex , HVI 90 , HVI 160 , Lube Base , Green Coke , Asphalt , Gas : Elpiji ,
Bahan Bakar Gas (BBG) , Vigas , LPG , CNG , Musicool
4. Tujuan
Tujuan perusahaan ini adalah
Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengolahan perseroan secara efektif dan efisien.
Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dah kemakmuran rakyat.
Diposting oleh Johan Kalvin di 08.56 0 komentar
Sistem Informasi Akuntansi
Kamis, 15 Oktober 2015
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak,dll
EVOLUSI MODEL-MODEL SISTEM INFORMASI
Secara umum terdapat lima model sistem informasi: Proses manual, sistem file mendatar (flat file), pendekatan database, model REA (resources, events, and agents), dan model ERP (enterprise resource planning).
1. Model Proses Manual
Model proses manual membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya, dan personel yang mencirikan kebanyakan proses bisnis. Adapun manfaat mempelajari model proses manual sebelum menguasai sistem berdasarkan komputer. Pertama, mempelajari sistem manual membantu membangun hubungan penting antara SIA dan bidang akuntansi lainnya. Kedua, logika proses bisnis dapat lebih mudah dimengerti. Ketiga, prosedur manual memfasilitasi pemahaman kegiatan kontrol internal, termasuk pemisahan fungsi-fungsi, pengawasan, verifikasi independen, jejak audit, dan kontrol akses.
2. Model Flat File
Sistem ini merupakan sistem kerangka utama dalam sistem mainframe besar (large mainframe system). Sistem file model menjelaskan suatu lingkungan di mana file-file data individual tidak berkaitan dengan data lainnya. Pemakai akhir dalam lingkungan ini memiliki file data mereka sendiri, dan tidak menggunakannya bersama-sama dengan para pemakai lainnya.
3. Model Database
Sistem manajemen database (database management system) merupakan sistem perangkat lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasi setiap pemakai untuk diakses. Program pemakai mengirimkan permintaan data ke DBMS, yang kemudian memvalidasi dan mengotorisasi akses ke database sesuai dengan tingkat otoritas pemakai.
4. Model REA
REA adalah akuntansi untuk membuat model resources, events, dan agentsyang kritikal dalam organisasi dan relasi di antara mereka. Resources adalah aktiva dari organisasi. Mereka mendefinisikan sebagai objek yang jarang sekaligus dikendalikan oleh perusahaan. Events merupakan fenomena yang mempengaruhi perubahan sumber daya. Mereka dapat dihasilkan dari kegiatan-kegiatan seperti produksi, pertukaran, konsumsi, dan distribusi. Agents ekonomi adalah para individu dan departemen-departemen yang berpartisipasi dalam peristiwa ekonomi.
5. Sistem ERP
Enterprise resource planning-ERP (perencanaan sumber daya perusahaan) merupaka suatu model sistem informasi yang memampukan suatu organisasi untuk mengotomatisasikan dan mengintegrasikan proses-proses bisnis kuncinya..
Cara SIA Dapat Efektif Di Perusahaan .
1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya quality-logountuk menghasilkan produk atau jasa. Sebagai contoh, SIA dapat mengawasi mesin sehingga para operatornya akan diberitahukan dengan segera saat proses yang berjalan keluar dari batas kualitas yang dapat diterima. Hal ini tidak saja membantu mempertahankan kualitas produk, tetapi juga mengurareduce-costngi jumlah bahan yang terbuang dan biaya untuk pengerjaan ulang.
2. Memperbaiki efisiensi. SIA yang dirancang dengan baik dapat membantu memperbaiki efisiensi jalannya suatu proses dengan memberikan informasi yang lebih tepat waktu. Sebagai contoh, pendekatan produksi just-in-time membutuhkan informasi yang konstan, akurat, dan mutakhir (up-to-date) tentang Efficiencypersediaan bahan-bahan mentah dan lokasi mereka.
3. Memperbaiki pengambilan keputusan. SIA dapat memperbaiki pengambilan keputusan dengan memberikan informasi dengan tepat waktu. Sebagai contoh, Wal-Mart membuat suatu database lengincrease-decisionkap yang berisi informasi rinci tentang transaksi-transaksi penjualan di tiap tokonya. Perusahaan tersebut menggunakan informasi ini untuk mengoptimalisasikan jumlah tiap produk yang dijual di tiap toko. Perusahaan tersebut juga menganalisis data tersebut untuk menemukan pola barang-barang yang tampaknya dibeli sekaligus, dan menggunakan informasi ini untuk memperbaiki lata letak barang dagangannya agar penjualan barang-barang tersebut bertambah. Hal yang hampir sama dilakukan oleh Amazon.com dengan memakai database aktivitas penjualan untuk menyarankan buku-buku tambahan yang mungkin ingin dibeli oleh para pelanggannya.
4. Berbagi pengetahuan. SIA yang dirancang dengan baik bisa mempermudah proses berbagi pengetahuan dan keahlian, yang selanjutnya dapat niemperbaiki proses operasi perusahaan, dan bahkan memberikan keunggulan sharing_knoledgekompetitif. Sebagai contoh, kantor-kantor akuntan publik yang terbesar menggunakan sistem informasi mereka untuk berbagi cara-cara terbaik (best practices) dan untuk mendukung komunikasi antar-pegawai yang berada di berbagai lokasi kantor yang berbeda. Para pegawai dapat mencari di dalam database perusahaan untuk mengidentifikasi ahli-ahli yang relevan dalam memberi bantuan bagi seorang klien tertentu; jadi, seluruh keahlian kantor akuntan publik yang dikumpulkan dari berbagai negara tersedia untuk melayani klien lokal manapun.
READ MORE - Sistem Informasi Akuntansi
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak,dll
EVOLUSI MODEL-MODEL SISTEM INFORMASI
Secara umum terdapat lima model sistem informasi: Proses manual, sistem file mendatar (flat file), pendekatan database, model REA (resources, events, and agents), dan model ERP (enterprise resource planning).
1. Model Proses Manual
Model proses manual membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya, dan personel yang mencirikan kebanyakan proses bisnis. Adapun manfaat mempelajari model proses manual sebelum menguasai sistem berdasarkan komputer. Pertama, mempelajari sistem manual membantu membangun hubungan penting antara SIA dan bidang akuntansi lainnya. Kedua, logika proses bisnis dapat lebih mudah dimengerti. Ketiga, prosedur manual memfasilitasi pemahaman kegiatan kontrol internal, termasuk pemisahan fungsi-fungsi, pengawasan, verifikasi independen, jejak audit, dan kontrol akses.
2. Model Flat File
Sistem ini merupakan sistem kerangka utama dalam sistem mainframe besar (large mainframe system). Sistem file model menjelaskan suatu lingkungan di mana file-file data individual tidak berkaitan dengan data lainnya. Pemakai akhir dalam lingkungan ini memiliki file data mereka sendiri, dan tidak menggunakannya bersama-sama dengan para pemakai lainnya.
3. Model Database
Sistem manajemen database (database management system) merupakan sistem perangkat lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasi setiap pemakai untuk diakses. Program pemakai mengirimkan permintaan data ke DBMS, yang kemudian memvalidasi dan mengotorisasi akses ke database sesuai dengan tingkat otoritas pemakai.
4. Model REA
REA adalah akuntansi untuk membuat model resources, events, dan agentsyang kritikal dalam organisasi dan relasi di antara mereka. Resources adalah aktiva dari organisasi. Mereka mendefinisikan sebagai objek yang jarang sekaligus dikendalikan oleh perusahaan. Events merupakan fenomena yang mempengaruhi perubahan sumber daya. Mereka dapat dihasilkan dari kegiatan-kegiatan seperti produksi, pertukaran, konsumsi, dan distribusi. Agents ekonomi adalah para individu dan departemen-departemen yang berpartisipasi dalam peristiwa ekonomi.
5. Sistem ERP
Enterprise resource planning-ERP (perencanaan sumber daya perusahaan) merupaka suatu model sistem informasi yang memampukan suatu organisasi untuk mengotomatisasikan dan mengintegrasikan proses-proses bisnis kuncinya..
Cara SIA Dapat Efektif Di Perusahaan .
1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya quality-logountuk menghasilkan produk atau jasa. Sebagai contoh, SIA dapat mengawasi mesin sehingga para operatornya akan diberitahukan dengan segera saat proses yang berjalan keluar dari batas kualitas yang dapat diterima. Hal ini tidak saja membantu mempertahankan kualitas produk, tetapi juga mengurareduce-costngi jumlah bahan yang terbuang dan biaya untuk pengerjaan ulang.
2. Memperbaiki efisiensi. SIA yang dirancang dengan baik dapat membantu memperbaiki efisiensi jalannya suatu proses dengan memberikan informasi yang lebih tepat waktu. Sebagai contoh, pendekatan produksi just-in-time membutuhkan informasi yang konstan, akurat, dan mutakhir (up-to-date) tentang Efficiencypersediaan bahan-bahan mentah dan lokasi mereka.
3. Memperbaiki pengambilan keputusan. SIA dapat memperbaiki pengambilan keputusan dengan memberikan informasi dengan tepat waktu. Sebagai contoh, Wal-Mart membuat suatu database lengincrease-decisionkap yang berisi informasi rinci tentang transaksi-transaksi penjualan di tiap tokonya. Perusahaan tersebut menggunakan informasi ini untuk mengoptimalisasikan jumlah tiap produk yang dijual di tiap toko. Perusahaan tersebut juga menganalisis data tersebut untuk menemukan pola barang-barang yang tampaknya dibeli sekaligus, dan menggunakan informasi ini untuk memperbaiki lata letak barang dagangannya agar penjualan barang-barang tersebut bertambah. Hal yang hampir sama dilakukan oleh Amazon.com dengan memakai database aktivitas penjualan untuk menyarankan buku-buku tambahan yang mungkin ingin dibeli oleh para pelanggannya.
4. Berbagi pengetahuan. SIA yang dirancang dengan baik bisa mempermudah proses berbagi pengetahuan dan keahlian, yang selanjutnya dapat niemperbaiki proses operasi perusahaan, dan bahkan memberikan keunggulan sharing_knoledgekompetitif. Sebagai contoh, kantor-kantor akuntan publik yang terbesar menggunakan sistem informasi mereka untuk berbagi cara-cara terbaik (best practices) dan untuk mendukung komunikasi antar-pegawai yang berada di berbagai lokasi kantor yang berbeda. Para pegawai dapat mencari di dalam database perusahaan untuk mengidentifikasi ahli-ahli yang relevan dalam memberi bantuan bagi seorang klien tertentu; jadi, seluruh keahlian kantor akuntan publik yang dikumpulkan dari berbagai negara tersedia untuk melayani klien lokal manapun.
Diposting oleh Johan Kalvin di 10.44 0 komentar
Observasi Pelanggaran HAM
Minggu, 12 April 2015
OBSERVASI PELANGGARAN HAM
Anggota Kelompok :
Esti Maharani (32113986)
Fairuz Hanif Rabbani (33113104)
Johan Kalvin (34113662)
Tugas Softskill
2DB07
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan
kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyusun dan menyelesaikan laporan yang berjudul “ PELANGGARAN HAM PADA PENGENDARA JALAN “ yang terjadi di tempat
tinggal saya di daerah Jakarta Timur.
Laporan ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan dosen pembimbing Bpk.Ahmad
Fatoni
Kami menyadari bahwa
dengan dukungan, bantuan dan kerja sama dari berbagai pihaklah kami dapat
menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih
kepada:
1.
Bpk. Ahmad Fatoni selaku dosen pembimbing mata kuliah Pendidkan
Kewarganegaraan.
2. Semua rekan-rekan yang satu kelompok yang
membantu saya dalam melakukan observasi ini.
Kami menyadari
bahwa laporan ini masih sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran
dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Semoga laporan ini dapat
bermanfaat sebagaimana mestinya.
Jakarta , 8 April 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri
setiap manusia sejak manusia masih dalam kandungan sampai akhir
kematiannya. Di di dalamnya tidak jarang menimbulkan gesekan-gesekan antar
individu dalam upaya pemenuhan HAM pada dirinya sendiri. Hal inilah yang
kemudian bisa memunculkan pelanggaran HAM seorang individu terhadap individu
lain,kelompok terhadap individu, ataupun sebaliknya.
Setelah reformasi tahun 1998, Indonesia mengalami
kemajuan dalam bidang penegakan HAM bagi seluruh warganya. Instrumen-instrumen
HAM pun didirikan sebagai upaya menunjang komitmen penegakan HAM yang lebih
optimal. Namun seiring dengan kemajuan ini, pelanggaran HAM kemudian juga
sering terjadi di sekitar kita. Untuk itulah kami menyusun makalah yang
berjudul “Pelanggaran Hak Asasi Manusia Di Indonesia”,untuk memberikan
informasi tentang apa itu pelanggaran HAM.
BAB
II
PEMBAHASAN
Hak Asasi Manusia
Hak
asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap diri
manusia yang wajib untuk dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh
Undang-Undang yang berlaku pada negara tersebut.
Sedangkan pelanggaran hak asasi manusia
adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang
dapat mengganggu atau melanggar hak yang dimiliki orang lain.
Pada kesempatan kali kami akan memberikan observasi pelanggaran ham dengan konteks “modus pencurian pada pengendara jalan”
Kronologi
Kejadiaannya terjadi
pada hari kamis tanggal 8 april 2015 pukul 10.00 WIB.ada seorang gadis berusia 18 tahun ingin berangkat ke kampus , di dalam perjalanan menuju kampus ada beberapa orang pengendara motor mengetuk kaca mobilnya dan berkata bahwa ban
mobil belakang yang dia kendarai bocor dan harus segera di bawa ke bengkel karna
berbahaya untuk
keselamatan pengendara.
Pada saat kejadian itu sang pengendara
tidak mempercayai dan tidak menghiraukan perkataan orang tersebut
, lalu beberapa menit kemudia
terdapat orang yang berbeda dan memberitahukan hal yang sama . Seketika gadis itu panik karena lebih dari 1 orang yang memberitahu hal yang sama .
Lalu gadis itu memberhentikan mobilnya untuk melihat
apakah ban yang ia kendarai tersebut benar apa yang telah di beritahukan
kepadanya, lalu ia turun untuk mengecek ban mobil
belakangnya tanpa mengunci mobilnya , gadis itupun melihat tidak ada masalah dengan ban mobilnya , lalu
bapak-bapak yang sedang duduk di warung memberitahu kepada gadi
tersebut bahwa ada yang membuka pintu mobilnya dari
pintu sebelah kiri , lalu gadis itu
segera mengecek namun tas hp dan laptop sudah lenyap . dan iya baru sadar bahwa
ia telah di ikuti dalam perjalan menuju kampus dan orang orang yang mengetuk kaca mobilnya adalah sekumpulan modus pencurian di jalan
raya.
cara mengatasinya :
1. Utamakan
sebelum anda berangkat menuju tempat yang anda tuju adalah berdoa terlebih
dahulu untuk di berikan keselamatan dalam perjalanan
2. Apabila
terdapat orang/sekumpulan orang yang memberitahukan kepada anda bahwa kendaraan
yang anda tumpangi mengalami masalah sebaikanya lihat terlebih dahulu apakah
benar atau tidak.
3. Sebelum anda
cek kendaraan anda yang bermasalah, terlebih dahulu usahakan keamaan pada pintu
dan kunci apabila anda mengendarai mobil.
4. jika kita menggunakan
kendaraan hendaknya jangan terlalu mempercayai apa yang
orang katakan karena kita sendiri dapat
merasakan ada masalah atau tidak pada kendaraan yang kita
kendarai.
5. Pada saat
pengecekan kendaraan usahakan di tempat yang ramai karena apabila di tempat
yang sepi akan membuat kerugian anda sendiri.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
HAM adalah hak-hak dasar yang
dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai
keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa
Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. Dalam kehidupan bernegara
HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk
pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu
instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM,
pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM
sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.
B. SARAN
Sebagai
makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita
sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang
lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan Jangan sampai pula HAM
kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain. Jadi dalam menjaga HAM kita
Diposting oleh Johan Kalvin di 07.16 0 komentar
T.B. Simatupang
Minggu, 15 Maret 2015
T.B. Simatupang
Simatupang ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan
Perang Republik Indonesia (KASAP) setelah Panglima
Besar Jenderal Soedirman wafat pada tahun 1950.
Ia menjadi KASAP hingga tahun 1953. Jabatan KASAP secara
hirarki organisasi pada waktu itu berada di atas Kepala Staf
Angkatan Darat, Kepala Staf
Angkatan Laut, Kepala Staf
Angkatan Udaradan berada di bawah tanggung jawab Menteri
Pertahanan.Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang atau
yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang (lahir di Sidikalang,Sumatera Utara, 28 Januari 1920 – meninggal
di Jakarta, 1 Januari 1990 pada
umur 69 tahun)[1] adalah seorang tokoh militer danGereja di Indonesia.
Simatupang meninggal dunia pada tahun 1990 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam
Pahlawan Kalibata. Pada tanggal 8 November 2013, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada TB Simatupang. Saat
ini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan besar di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Awal kehidupan
Simatupang dilahirkan sebagai anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya
bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang dan ibunya bernama Mina Boru
Sibutar. Ayahnya bekerja sebagai pegawai kantor pos pemerintah dan sering
berpindah tempat tugas, dari Sidikalang pindah ke Siborong-borong, kemudian ke Pematang Siantar.
Simatupang menempuh pendidikannya di HIS Pematangsiantar
dan lulus pada 1934. Ia melanjutkan sekolahnya di MULO Tarutung1937,
lalu ke AMS di Jakarta dan selesai pada 1940.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya, Simatupang mendaftarkan
diri dan diterima di Koninklije Militaire Academie (KMA) yang
merupakan sebuah akademi untuk anggota KNIL,
diBandung dan selesai pada 1942,
bertepatan dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia.
Simatupang menikah dengan Sumarti Budiardjo yang merupakan adik dari teman
seperjuangannya Ali Budiardjo.
Pasangan ini dikaruniai empat orang anak, yaitu: Tigor, Toga, Siadji, dan Ida
Apulia. Salah seorang di antaranya meninggal. Ia dikarunia empat cucu, yaitu:
Satria Mula Habonaran, Larasati Dameria, dan Kezia Sekarsari, serta Hizkia Tuah
Badia.
Karier militer
Dalam masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Simatupang turut berjuang
melawan penjajahan Belanda. Ia diangkat
menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang RI (1948-1949)
dan kemudian dalam usia yang sangat muda ia menjabat sebagai Kepala Staf
Angkatan Perang (1950-1953).
Pada tahun 1954-1959 ia
diangkat sebagai Penasihat Militer di Departemen Pertahanan RI.
Ia kemudian mengundurkan diri dengan pangkat Letnan Jenderal dari dinas
aktifnya di kemiliteran karena perbedaan prinsipnya dengan Presiden Soekarno pada waktu itu.
Aktivitas di luar militer
Simatupang pernah mengatakan bahwa ada tiga Karl yang
memengaruhi hidup dan pikirannya, yaitu Carl von Clausewitz,
seorang ahli strategi kemiliteran, Karl Marx dan Karl Barth, teolog Protestan terkemuka abad ke-20. Seluruh kehidupan Simatupang
mencerminkan peranan ketiga pemikir besar itu. Setelah melepaskan tugas-tugas aktifnya
sebagai militer, Simatupang terjun ke pelayanan Gereja dan aktif menyumbangkan
pemikiran-pemikirannya tentang peranan Gereja di dalam masyarakat.
Dalam aktivitas gerejawinya itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua Persekutuan
Gereja-gereja di Indonesia, Ketua Majelis Pertimbangan PGI,
Ketua Dewan
Gereja-gereja Asia, Ketua Dewan
Gereja-gereja se-Dunia, dll.
Di lingkungan kemasyarakatan, Simatupang menjabat sebagai Ketua Yayasan Universitas
Kristen Indonesia dan Ketua Yayasan Institut Pendidikan dan
Pembinaan Manajemen (IPPM). Ia bahkan merupakan salah satu pencetus lembaga
pendidikan ini, ketika di Indonesia belum banyak orang yang memikirkannya.
Simatupang percaya bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang menguasai
ilmu manajemen di dalam perusahaan maupun di tengah masyarakat.
Pada 1969 Simatupang dianugerahi gelar Doctor
Honoris Causa dari Universitas Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat.
Alasan memilih T.B. Simatupang
Karena Dalam masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Simatupang turut
berjuang melawan penjajahan Belanda. Ia diangkat
menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang RI dan kemudian dalam usia yang sangat muda ia
menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang dan diangkat sebagai Penasihat Militer di Departemen Pertahanan RI
. Dalam aktivitas gerejawinya itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua Persekutuan
Gereja-gereja di Indonesia, Ketua Majelis Pertimbangan PGI,
Ketua Dewan
Gereja-gereja Asia, Ketua Dewan
Gereja-gereja se-Dunia,
Di lingkungan kemasyarakatan, Simatupang menjabat sebagai Ketua Yayasan Universitas
Kristen Indonesia dan Ketua Yayasan Institut Pendidikan dan
Pembinaan Manajemen (IPPM). Ia bahkan merupakan salah satu pencetus lembaga
pendidikan ini, ketika di Indonesia belum banyak orang yang memikirkannya
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/T.B._Simatupang
Diposting oleh Johan Kalvin di 01.02 1 komentar
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA ATM
Kamis, 08 Januari 2015
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA ATM
Sitem Informasi
Manajemen (SIM) adalah jaringan prosedur pengolahan
data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud
memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen,
sebagai dasar pengambil keputusan.
Manfaat SIM yaitu,
mempelajari bahwa nilai dari informasi amatlah berharga, oleh karena itu harus
dikelola dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang pengusaha (wirausaha), staf
manajemen, atau lebih tingginya sebagai manajer, harus bisa menghargai dan
mampu mengelola informasi bagi kemajuan usaha atau perusahaannya.
Definisi SIM, Sistem
Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang
mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah
bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat
atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi
adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang
efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru.
Sebuah perusahaan
mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan
kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran
atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan
pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti
suatu prosedur standar tertentu.
Komputer bermanfaat
utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem
pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan
komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan.
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida
dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber
informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari hari. Lapisan keriga terdiri
dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan
pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari
sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh
tingkat manajemen.
Definisi sistem
informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem
manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan
sebuah “data base”.
Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
2. Sesuatu yang nyata
atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu
keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai
rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah
investasi akan dilakukan.
3. Data organized to
help choose some current or future action or nonaction to fullfill company
goals (the choice is called business decision making)
Fungsi / Manfaat Sistem
Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah
suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat atau fungsi
sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya
kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses
perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan
akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi
yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan
memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi
baru.
7. Memperbaiki produktivitas
dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi
menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi
biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan
mereka.
9. Bank menggunakan sistem
informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening
koran dan transaksi yang terjadi.
PENGERTIAN ATM
ATM (bahasa Indonesia: Anjungan
Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated
Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil
uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang
“teller” manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau
bahkan membeli perangko.
ATM sering
ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan,
bandar udara, pasar, dan kantor-kantor bank itu sendiri.
ATM biasanya terdiri
dari perangkat berikut:
§ CPU (untuk mengontrol
antarmuka pengguna dan perangkat transaksi)
§ Pembaca Magnetik dan/atau Chip kartu (untuk
mengidentifikasi pelanggan)
§ Papan
ketik PIN (mirip dalam tata letak papan kunci touchpad atau kalkulator),
sering diproduksi sebagai bagian rangka yang aman.
§ Kriptoprosesor Aman,
umumnya dalam bagian rangka yang aman.
§ Monitor
(digunakan oleh pelanggan untuk melakukan transaksi)
§ Tombol fungsi (biasanya
dekat dengan layar) atau layar sentuh (digunakan
untuk memilih berbagai aspek transaksi)
§ Mesin
pencetak rekam (untuk menyediakan pelanggan dengan catatan transaksi mereka)
§ Ruang penyimpanan (untuk
menyimpan bagian-bagian mesin yang membutuhkan akses terbatas)
§ Housing
(untuk estetika dan untuk melampirkan tanda tangan)
Karena tuntutan
komputasi lebih berat dan jatuhnya harga arsitektur mesin seperti-Personal Computer, ATM
sudah beralih dari arsitektur perangkat keras kustom menggunakan mikrokontroler dan/atau aplikasi-spesifik sirkuit
terpadu untuk mengadopsi arsitektur perangkat keras dari sebuah Personal Computer,
seperti, koneksi USB untuk peripheral, Ethernet dan komunikasi IP, dan
menggunakan sistem operasi komputer pribadi. Meskipun tidak diragukan lagi
lebih murah untuk menggunakan perangkat keras komersial “diluar cangkang”, hal
ini membuat ATM berpotensi rentan terhadap jenis masalah yang sama ditunjukkan
oleh Personal Komputer konvensional.
Dengan migrasi ke
komoditas perangkat keras Personal Computer, sistem operasi standar komersial
“diluar cangkang”, dan lingkungan pemrograman dapat digunakan di dalam ATM.
Platform Khas sebelumnya digunakan dalam pengembangan ATM termasukRMX atau OS/2.
Hari ini sebagian besar
ATM di seluruh dunia menggunakan sistem operasi MicrosoftWindows,
terutama Windows XP Professional atau Windows XP Embedded. Sejumlah
kecil penyebaran dapat masih menjalankan versi Windows OS seperti Windows NT,Windows CE,
atau Windows 2000.
Terdapat pula industri
keamanan komputer yang berpandangan bahwa sistem operasi desktop masyarakat
umum memiliki resiko yang lebih besar sebagai sistem operasi untuk mesin
pengeluaran uang daripada jenis lain dari sistem operasi seperti (aman) Sistem operasi
waktu-nyata (RTOS). RISKS Digest memiliki
banyak artikel tentang kerentanan kas mesin sistem operasi.
Linux juga menemukan
beberapa penerimaan di pasar ATM. Contoh dari hal ini adalahBanrisul, bank terbesar di
selatan dari Brasil, yang
mengganti sistem operasi MS-DOS di ATM nya dengan Linux. Banco do Brasil juga
me-migrasikan ATM-nya ke Linux.
Dengan terjadinya
sistem operasi Windows dan XFS di ATM, aplikasi perangkat lunak yang memiliki
kemampuan untuk menjadi lebih cerdas. Hal ini telah menciptakan generasi baru
ATM aplikasi yang umum disebut sebagai aplikasi diprogram. Jenis aplikasi ini
memungkinkan sebuah host yang sama sekali baru teraplikasi di mana terminal ATM
dapat melakukan lebih dari hanya sekedar berkomunikasi dengan switch ATM.
Sekarang sedang diberdayakan untuk terhubung ke server konten lain dan sistem video perbankan.
Perangkat lunak ATM
terkemuka yang beroperasi pada platform XFS diantaranya Triton PRISM, Diebold Agilis
EmPower, NCR APTRA Edge, Absolute SystemsAbsoluteINTERACT,
KAL Kalignite, Phoenix Interactive VISTAatm, dan Wincor NixdorfProTopas.
Pada ATM paling modern,
pelanggan diidentifikasi dengan memasukkan Kartu ATMplastik dengan strip magnetik atau kartu pintar plastik
dengan chip, yang berisi kartu yang bernomor unik dan beberapa
informasi keamanan seperti tanggal kedaluwarsa atau Kode keamanan kartu (CVV).
Otentikasi ini disediakan oleh pelanggan saat memasukkannomor identifikasi pribadi (PIN). ATM terbaru di Royal Bank of Scotland beroperasi tanpa kartu untuk
menarik uang tunai hingga £100. Pelanggan awalnya harus mendaftarkan nomor
ponsel merekadan dan bank akan memberikan kode enam digit untuk masuk ke ATM
untuk menarik uang tunai tersebut.
Menggunakan ATM,
pelanggan dapat mengakses akun bank mereka
untuk membuat penarikan, uang tunai melalui kartu debit,
dan memeriksa saldo rekening mereka serta membeli kredit ponsel prabayar . Jika
mata uang yang ditarik dari ATM berbeda dengan rekening bank dalam mata uang
(misalnya: Penarikan Yen Jepang dari rekening bank berisi Dolar AS), uang
tersebut akan dikonversi pada nilai tukar resmi
pasar. Dengan demikian, ATM sering memberikan salah satu kemungkinan harga
tukar terbaik resmi untuk wisatawan asing, dan juga banyak digunakan untuk
tujuan ini.
Meskipun ATM awalnya
dikembangkan hanya sebagai dispenser uang tunai, alat ini telah berkembang
untuk memasukkan banyak fungsi-bank lainnya yang terkait. Di beberapa negara,
khususnya yang memanfaatkan jaringan ATM lintas-bank terintegrasi (misalnya:Multibanco di
Portugal), ATM mencakup banyak fungsi yang tidak berkaitan langsung dengan
pengelolaan rekening bank sendiri, seperti:
§ Pengakuan
deposit mata uang, penerimaan, dan daur ulang
§ Membayar
tagihan rutin:
§ Utilitas/kebutuhan
rumah tangga (televisi kabel, PAM, dsb.)
§ Tagihan telepon
§ Tagihan listrik
§ Asuransi
§ Pajak
§ Mencetak rekening koran
§ Memperbarui buku tabungan
§ Memuat
nilai uang ke Kartu Prabayar
§ Membeli:
§ Perangko
§ Tiket transportasi (kereta, pesawat, dsb)
§ Tiket konser
§ Tiket bioskop
§ Pulsa telepon seluler
§ Emas – “Di London pekan
lalu [tahun 2011] beberapa pengusaha pintar meluncurkan ATM emas batangan
pertama di Inggris dengan
menggunakan kartu debit atau uang tunai
§ Fitur
permainan dan promosi
§ Pinjaman
cepat
§ CRM
di ATM
§ Donasi
ke badan amal
§ Modul
pemrosesan cek
§ Membayar
(secara penuh/sebagian) saldo pada kartu kredit terkait dengan akuntertentu saat ini.
§ Mentransfer
uang antar rekening terkait (seperti transfer antar rekening tabungan), baik
dari satu bank maupun dua bank berbeda yang berhubungan satu sama
lain/tersedia.
PENGERTIAN SISEM
INFORMASI MANAJEMEN PADA ATM adalah
Penggunaan ATM.
automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari
inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat
memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung
beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
Membangun Sumber-Sumber
Informasi Strategis
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
Sistem informasi
memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic
information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi
bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam
meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan.
Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer
tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk
menjual produk baru kepada konsumen.
Fungsi dari sistem
informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat
untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk
menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi
sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat.
Penggunaan yang efektif dari sistem informasi strategis menyajikan end users
manajerial dengan tantangan manajerial yang besar.
Kesimpulan : Sistem
informasi memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi . Sistem
informasi memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional,menunjang
manajemen dalam pengambilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategi
kompetetif organisasi .
Saran : Sebaiknya
sistem informasi juga mencakup semua kegiatan di perusahaan tidak cuma di
bidang organisasi dalam perusahaan.
Sumber :
Diposting oleh Johan Kalvin di 17.26 0 komentar







